
Aceh Tamiang — Upaya pemulihan pasca bencana di Kabupaten Aceh Tamiang terus berlanjut. Sebagai bagian dari rangkaian pengabdian kepada masyarakat, Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) kembali melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan pada tahap lanjutan.
Kegiatan diawali dengan apel pengecekan kekuatan personel sebagai bentuk kesiapan taruna sebelum turun ke lapangan. Apel ini sekaligus memastikan kesiapan fisik dan mental seluruh taruna dalam mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan pembersihan di wilayah terdampak.
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh taruna menerima pengarahan terkait tujuan kegiatan, pembagian area kerja, serta penekanan pada pentingnya kedisiplinan, keselamatan kerja, dan kerja sama selama pelaksanaan kegiatan di lapangan. Pengarahan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga efektivitas dan keamanan seluruh rangkaian kegiatan.
Pada hari ini, kegiatan pembersihan difokuskan pada tiga lokasi utama, yakni Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, Rumah Dinas Pegawai, serta SDIT Darul Mukhlishin. Taruna Poltekpin melakukan persiapan peralatan kebersihan sekaligus pembagian tugas sesuai dengan lokasi yang telah ditetapkan.
Di Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, kegiatan difokuskan pada pembersihan blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), klinik lapas, serta Rumah Dinas Pegawai. Sementara itu, di SDIT Darul Mukhlishin, taruna melaksanakan pembersihan halaman depan sekolah dan saluran air sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah sekaligus mencegah terjadinya genangan air.
Kegiatan lanjutan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Taruna Poltekpin dalam mendukung percepatan pemulihan pasca bencana, sekaligus menumbuhkan nilai kepedulian sosial dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan, Alex Cosmas Pinem, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia dalam kegiatan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang. Menurutnya, aksi nyata yang dilakukan para taruna tidak hanya mencerminkan kepedulian sosial, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai pengabdian, disiplin, dan tanggung jawab yang menjadi karakter utama insan pengayoman.
“Kehadiran Taruna Poltekpin di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan wujud nyata peran Kementerian Hukum dalam mendukung pemulihan pasca bencana. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi taruna untuk menumbuhkan empati, kerja sama, serta semangat melayani masyarakat,” ujar Alex Cosmas Pinem.
Ia berharap kegiatan pengabdian seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari pembentukan sumber daya manusia Kementerian Hukum yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.








