
Banjarbaru, Humas_Info – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan (Kanwil Kemenkum Kalsel) turut menghadiri acara Penutupan EXPO KUMKM Banjarbaru 2025 yang digelar pada Selasa (16/09) di Lapangan Dr. Murdjani, Banjarbaru. Kehadiran Kanwil Kemenkum Kalsel diwakili oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Meidy Firmansyah bersama tim.
Selama penyelenggaraan EXPO, Kanwil Kemenkum Kalsel juga membuka layanan hukum kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha. Layanan yang diberikan meliputi bidang Administrasi Hukum Umum (AHU) serta layanan Kekayaan Intelektual (KI), mulai dari konsultasi pendaftaran badan usaha hingga perlindungan merek dagang. Kehadiran layanan ini mendapat respons positif dari masyarakat karena memberikan pemahaman mengenai pentingnya kepastian hukum dalam berusaha.
Acara penutupan diawali dengan pemutaran rekapitulasi kegiatan selama enam hari penyelenggaraan. Dari hasil rekapitulasi, Warung Firdaus Komet tercatat memperoleh omzet terbesar selama gelaran EXPO.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Ketenagakerjaan Kota Banjarbaru, Sartono secara resmi menutup kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Sartono menyampaikan bahwa EXPO KUMKM Banjarbaru 2025 mencatat jumlah pengunjung sekitar 4.500 orang dengan total omzet kurang lebih Rp. 535 juta.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menyerahkan sertifikat partisipasi kepada para peserta yang telah mendukung suksesnya acara.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Kalsel, Meidy Firmansyah, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan EXPO yang dinilainya berhasil menggairahkan potensi usaha lokal.
“Kegiatan ini bukan hanya memberikan ruang promosi bagi pelaku UMKM, tetapi juga menunjukkan betapa besar peran masyarakat dalam menggerakkan ekonomi daerah. Kanwil Kemenkum Kalsel hadir memberikan layanan hukum sebagai bentuk dukungan nyata, agar pelaku usaha memiliki perlindungan dan kepastian hukum dalam mengembangkan usahanya,” ujarnya.
Kehadiran Kanwil Kemenkum Kalsel pada kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta pelaku usaha. (Humas Kanwil Kemenkum Kalsel, Kontributor, Ed: Joel/Eko)








